Jose Mourinho Akhiri Perang Dengan Andre Villas Boas

Jose Mourinho Akhiri Perang Dengan Andre Villas Boas

Jose Mourinho Akhiri Perang Dengan Andre Villas Boas – Tidak melulu seorang Jose Mourinho dikenal dari segi negatif dalam hubungannya dengan pelatih lain. Setidaknya hal itu ditunjukannya saat memberikan dukungan kepada mantan asistennya yang sempat hubungan keduanya kurang membaik saat masih menukangi Tottenham Hotspur.

Jose Mourinho menganggap bahwa Andre Villas-Boas merupakan seorang pelatih yang cukup baik. Dan karena itu rekan sekompatriotnya harus bangkit dari keterpurukan dan menganggap pemecatan dari Tottenham Hotspur sebagai sebuah pelajaran penting dalam karir kepelatihannya.

Dalam rentang beberapa tahun terakhir, hubungan antara Mourinho dan Villas-Boas berakhir kurang baik walau sempat menjalani persahabatan yang erat saat keduanya bekerja sama, di mana Villas-Boas menjadi asisten Mourinho saat masih berada di FC Porto, Chelsea dan bahkan Inter Milan, sebelum Villas-Boas mengambil keputusan untuk menaikan tingkat jabatannya.

Kendati demikian Mourinho mencoba untuk bersikap rendah hati dengan menawarkan bantuan kepada mantan asistennya itu dengan dorongan dan motivasi sepeninggalnya dari pemencatan di White Hart Lane pada awal pekan lalu.

“Saya berbicara dengan Andre dalam kurun waktu enam bulan terakhir, sebanyak tiga kali,” tutur sang pelatih Chelsea. “Salah satu yang pertama adalah ketika ada pertemuan manajer (di awal musim); sementara berikutnya ketika kami saling berhadapan melawan mereka (28 September) dan satu lagi beberapa hari yang lalu.

“Saya sama sekali tidak membicarakan perihal yang baru saja terjadi. Saya hanya mengatakan kepadanya: ‘Ayolah, dunia tidak akan berhenti sampai di sini saja, mari kita lanjutkan perjalanan. Esok hari akan tiba dan pekerjaan yang lain akan datang. Jadi, selamat merayakan Hari Natal.’

 “Dalam dunia sepakbola, tidak ada yang mengejutkan saya, karena dalam situasi apa pun semua bisa terjadi dalam sekejap mata. Karena itu saya turut bersimpati atas kejadian yang menimpanya. Ketika Tottenham memberikan kontrak awal dengan durasi yang cukup lama, mungkin karena memang mereka memiliki anggapan kalau mereka mempercayainya, karena mereka menanggap Villas-Boas merupakan orang yang tepat.

“Hanya saja dalam hitungan waktu bisa menjadikan segalanya berantakan. Dalam dua laga yang saya pikir menentukan bagi mereka, justru berakhir dengan hasil yang mengecewakan dan karena itu mereka ingin melakukan perubahan di sektor kepelatihan dalam jangka waktu singkat.”

Sementara Mourinho menganggap pencapaiannya sejauh ini sama sekali tidak memiliki dampak atau pengaruh besar baginya di Chelsea dan ia merasa baik-baik saja jika pada awal pekan nanti harus mengantongi kekalahan dari Arsenal.

“Dalam sepakbola tidak ada satu pelatih pun yang berada pada titik yang tidak tersentuh, namun saya tidak akan mencari sebuah alasan (jika Chelsea kalah),” lanjut Mourinho. “Karena saya tahu sejak awal kedatangan saya ke tim ini dan tugas apa yang harus saya lakukan.

“Saya pikir mempersiapkan Chelsea kali ini, tentu sebuah tim yang benar-benar baru dan harapan melambung tinggi untuk menyamakan dengan prestasi mereka dalam beberapa dekade lalu. Saya pikir Chelsea tidak akan memiliki pelatih terbaik selain saya.

“Karena saya menganggap sejauh ini pekerjaan tersebut sangat cocok dengan saya dan sebuah hasil buruk juga tidak akan banyak perubahan.”