Lima Pemain Ligue 1 Yang Ideal Untuk Liga Premier

Lima Pemain Ligue 1 Yang Ideal Untuk Liga Premier – Ligue 1 telah menjadi lahan subur bagi transfer pemain-pemain Premier League di masa lalu.

Perancis telah lama menjadi zona utama untuk merekrut pemain oleh Arsene Wenger untuk Arsenal mulai tahun 90an dan baru-baru ini hal yang sama dilakukan dilakukan oleh Newcastle.

Dengan jendela transfer yang dibuka kembali mari kita lihat beberapa bakat terbaik yang bisa datang ke Inggris …

Gregory Sertic

Bermain sebagai gelandang bertahan untuk Bordeaux, Sertic melakukan pekerjaan sama seperti dengan Michael Carrick untuk terus menguasai bola untuk timnya dan membuat semacam intercept yang sering tanpa diketahui.

Sertic memiliki kemampuan secara teknis untuk bermain lebih maju. Dia mampu membuat  gaya passing yang panjang seperti yang di lakukan Steven Gerrard dan ketika dia maju ke lini depan dia lebih dari mampu untuk menjaringkan bola ke gawang.

Sertic telah memenuhi syarat  bermain untuk Kroasia di tingkat internasional dan tampaknya seperti taruhan yang baik untuk mengambil pemain asal Brazil ini. Yang hanya akan meningkatkan harga nya. Mungkin beberapa tim akan tergoda untuk mengambil dia pada bulan Januari untuk harga yang murah.

Idrissa Gueye

Berumur 23 tahun, Idrissa Geuye telah menjadi pemain kunci bagi Lille karena mereka telah melambungkan diri menjadi sebuah klub yang menjadi pesaing gelar yang tidak mungkin.

Geuye telah menjadi bagian penting dari lini pertahanan Lille Unit yang hanya kebobolan delapan gol musim ini dan terus secara besar-besaran berhasil menciptakan empat belas clean-sheet.

Dengan tekel yang tangguh dimana gelandang bertahan tersebut dapat membaca permainan dengan baik, Geuye bisa menambahkan gigitan ke sejumlah lini tengah Premier League.

Alexandre Lacazette

Dengan sembilan gol dalam 17 pertandingan untuk skuad Lyonyang yang sedang berjuang,  Lacazette adalah yang tertinggi keempat sebagai pencetak gol di Ligue 1 di belakang dua pemain PSG yakni Ibrahimovic dan Cavani.

Sebuah produk dari sistem pemain muda Lyon, Lacazette memiliki kemampuan teknis untuk bermain di lini depan, atau dalam peran lini tengah menyerang. Setelah memenangkan turnamen U-19 UEFA tahun 2010 Lacazette dan masuk ke sisi Lyon yang telah membuat 84 penampilan.

Berumur 22 tahun, ia telah benar-benar mulai datang untuk permainannya sendiri selama 12 bulan terakhir atau dengan penampilannya yang diakui dengan dua caps-nya untuk tim nasional.

Dengan usianya saat ini Lacazette memiliki potensi menjadi bintang sejati – dan ia bisa menjadi ancaman menyerang jangka panjang untuk sejumlah klub Premier League.

Florian Thauvin

Seorang pemain yang sangat berbakat, Thauvin yang berusia 20 tahun bermain sebagai gelandang menyerang. Dengan kaki kirinya, cepat dan dibarengi dengan kontrol bola yang sangat baik, Thauvin memiliki baik keterampilan fisik dan teknis untuk menjadi sukses.

Sepuluh golnya untuk  sisi klub lemah Bastia musim lalu yang kemudian memutuskan untuk pindah ke Marseille  setelah sejumlah penampilannya yang tampak tak acuh untuk musim ini, ia telah memulai pada caranya sendiri.

Penampilan terbaiknya adalah saat di Liga Champions di mana assistnya dan golnya membuat Marseille kompetitif melawan tim Napoli yang kuat.

Dia juga datang sebagai pemain pengganti dalam pertandingan melawan Arsenal dan bisa membawa sebuah comeback di setengah jam terakhir jika ia dapat menyelesaikan peluang yang dia ciptakan sendiri.

Dengan Marseille yang harus membayar untuk membangun kembali Stade Velodrome yang memungkinkan sebuah tawaran yang baik untuk Thauvin yang mungkin meyakinkan mereka untuk berpisah dengan aset berharga mereka.

Nemanja Pejcinovic

Telah setengah jalan melalui musim dan ada banyak tim di Liga Utama yang untuk satu alasan atau yang lain untuk mencari bantuan di lini belakang.

Mungkin seperti West Ham dimana mereka sedang dilanda cedera, atau mungkin seperti Man City dimana mereka kurang dalam kualitas di dua pemain bertahan mereka.

Pejcinovic bisa menjadi solusi untuk masalah ini.

Saat ini bermain untuk Nice, dimana pemain asal Serbia tersebut nyaman dengan bola di kakinya dan kuat dalam tekel.

Whoscored.com telah menilainya sebagai pemain individu yang berkinerja terbaik di Ligue 1 di belakang Ibrahimovic dan di depan pemain bintang Joao Moutinho.

Ini cukup mengesankan tapi pencapaian Pejcinovic adalah di Nice, klub yang berada di tengah klasemen Liege 1.