Taruhan Bola Online Derby D’Italia Inter vs Juventus

Taruhan Bola Online Derby D’Italia Inter vs JuventusTaruhan Bola Online -  Rivalitas sengit dan rasa permusuhan antara Inter Milan dan Juventus telah diabadikan dengan julukan Derby d’Italia. Frase ini pertama kali dicetuskan oleh wartawan sepakbola Italia terkenal Gianni Brera pada tahun 1967 untuk menamai laga antara dua klub asal Italia yang memiliki prestasi nasional dan internasional terbanyak. Meskipun saat ini mungkin julukan itu sudah kehilangan relevansinya, Derby d’Italia masih sering digunakan untuk menandai persaingan keduanya di liga.

Istilah Derby d’Italia memang baru digunakan mulai tahun 1967, namun rivalitas antara keduanya selalu sengit sejak sebelumnya, mulai tahun 1930an di mana kedua klub bersaing untuk dominasi sepakbola Italia. Jika mungkin saat itu hubungan keduanya hanya sebatas rival biasa, maka kekacauan yang mengakhiri musim 1960/61 lah yang mengubah keduanya menjadi musuh bebuyutan.

Saat itu musim 1960/61 sudah hampir usai, namun perebutan gelar scudetto masih berlangsung, dengan kontestan utamanya Inter dan Juventus. Keduanya bertemu pada 16 April 1961 di kota Turin, laga yang digadang-gadang akan memutuskan siapa juara Serie A. Stadion dipenuhi penonton, beberapa suporter malah duduk di sebelah pelatih Inter Helenio Herrera di bangku cadangan. Dengan begitu banyak  penonton memadati stadion, tampaknya tidak bisa dihindari lagi pasti akan ada yang menginvasi lapangan. Setelah setengah jam saat tendangan Inter mengenai tiang gawang, ada beberapa penonton memasuki lapangan, membuat wasit menghentikan pertandingan dan Inter dimenangkan 2-0, membuat mereka memuncaki klasemen. Namun, pada tanggal 3 Juni, dengan hanya satu laga tersisa musim itu, Juventus menang dalam usaha mereka untuk banding, dan laga 16 April diputuskan harus diulang. Kedudukan klasemen saat itu Juventus sudah unggul dua poin di puncak. Bianconeri tampaknya sudah akan memenangkan gelar keduabelas mereka dengan seri melawan Bari sudah cukup karena Inter di luar dugaan kalah 0-2 di Etnei – Taruhan Bola Online .

Pertandingan ulangan dijadwalkan pada tanggal 10 Juni. Presiden Inter Angelo Moratti masih emosi karena Federasi Sepakbola Italia membatalkan keputusan awal mereka untuk menghadiahi Inter poin, dan moodnya semakin buruk melihat kenyataan bahwa Umberto Agnelli, anggota yang berpengaruh di federasi, memang punya keterlibatan besar di klub Juventus. Moratti merasa bahwa Agnelli menggunakan pengaruhnya untuk mengubah keputusan Federasi, dan tidak ada yang bisa menyalahkan kemarahannya.  Moratti lalu menyuruh manajer Inter Helenio Herrera untuk memainkan tim Primavera mereka sebagai bentuk protes, dan  Inter pun kalah 9-1 – Taruhan Bola Online

Inter melakukan pembalasan pada tahun 1962 dengan mengalahkan Juve dua kali, di kandang dan tandang, dalam keberhasilan mereka merebut scudetto, namun tidak membuat mereka memaafkan ataupun melupakan insiden musim sebelumnya.

Insiden 1960/61 menjadi tonggak level baru permusuhan kedua klub dan sejak saat itu kontroversi selalu membalut laga keduanya. Derby d’Italia juga menyuguhkan fans pertandingan yang menghibur dan memberikan panggung bagi para pemain untuk menuliskan nama mereka dalam sejarah tiap klub – Taruhan Bola Online.

Beberapa pemain terkenal yang mencatatkan nama mereka secara spesial melakukannya di derby tahun 1960an. Omar Sivori yang mencetak 135 gol dalam 215 laga sepanjang karirnya di Juventus, terkenal karena mencetak enam gol dalam satu laga melawan Inter – saat Inter menurunkan pemain Primaveranya di kekalahan 1-9 tadi. Pertandingan itu juga menandai akhir karir ikon Juve lainnya, Giampiero Boniperti (178 gol dalam 444 laga), yang memutuskan gantung sepatu sebagai pesepakbola seusai laga. Pemain Inter yang nantinya akan menjadi legenda, Sandro Mazzola, mencetak satu gol Inter saat itu, namun sebenarnya dia beruntung bisa mengikuti pertandingan. Dia ujian akuntansi di pagi hari sebelum laga dan nyaris saja gagal berangkat, diselamatkan mobil klub yang kemudian membawanya tiba di Turin sebelum kick off. Yang baru-baru ini Zlatan Ibrahimovic yang pernah bermain untuk kedua tim, memulai petualangan Serie A di Juve namun diboyong Inter saat Juve terdegradasi.

Laga tahun 1998 di Stadio delle Alpi akan selalu diingat karena beberapa keputusan wasit yang kontroversial, utamanya dengan keputusan untuk tidka memberikan hadiah penalti saat Ronaldo dijatuhkan di kotak terlarang. Dan lebih menyakitkannya, Juventus kemudian dihadiahi penalti di laga yang sama dan berhasil menang, merebut gelar scudetto. Hal ini membuat darah Nerazzurri mendidih, karena mereka sebelumnya memang sudah menuduh Juve diuntungkan oleh berbagai keputusan wasit di sepanjang musim. Laga ini bahkan menyebabkan adu tinju di Parlemen saat deputi dari partai yang berlawanan terbawa emosi ketike berdebat soal masalah pengaturan skor – Taruhan Bola Online.

Selain laga penuh kontroversi pada musim 1960/61 dan 1998, derby yang dikenang lainnya terjadi tahun 2009. Atmosfer pertandingan sudah buruk dengan ultras Juventus dikhawatirkan akan melakukan tindakan rasis terhadap Mario Balotelli dari Inter, yang sudah sering menerimanya di laga lain. Karena ingin mencoba meredam situasi itu, sebelum pertandingan presiden Juve Jean-Claude Blanc menulis kepada fans meminta mereka untuk tidak melakukan tindakan rasis. Tidak butuh waktu lama bagi pertandingan untuk menjadi di luar kendali. Dalam laga keras ini terjadi beberapa konflik  antar pemain, terutama Gianluigi Buffon dan Thiago Motta. Jose Mourinho diusir keluar lapangan di babak pertama karena berdebat dengan wasit. Total tujuh kartu kuning dan satu kartu merah dikeluarkan wasit. Claudio Marchisio mencetak gol kemenangan Si Nyonya Tua di babak kedua.

Hingga tahun 2006 derby ini diikuti oleh dua tim yang tidak pernah terdegradasi dari Serie A. Tadinya hanya kedua klub yang mencatatkan rekor serupa, sebelum skandal Calciopoli membuat Juventus terdegradasi. Inter pun jadi satu-satunya tim yang selalu berada di kasta teratas sepakbola Italia tersebut (meskipun mereka sebenarnya terdegradasi di musim 1921/92, namun tidak jatuh ke Serie B). Musim 2006/07 pun menjadi musim pertama di mana Derby d’Italia tidak dimainkan, namun bara tetap berkobar. Inter dengan cepat mengambil keuntungan dari kejatuhan Juve, memboyong Zlatan Ibrahimovic dan Patrick Viera dengan harga murah, dan juga mendapatkan scudetto untuk beberapa tahun yang sudah dicabut dari Juventus – Taruhan Bola Online .

Saat ini Derby d’Italia telah dimainkan selama lebih dari seratus tahun, dengan berbagai laganya menyuguhkan kontroversi, kebobrokan, dan penampilan menakjubkan. Tidak mungkin untuk memperkirakan apa yang akan disuguhkan derby-derby berikutnya, dan sulit dipercaya bahwa akan ada laga Derby d’Italia lain yang menyaingi yang sudah-sudah dalam hal kontroversi di luar dan di dalam lapangan.

Ditulis oleh Taruhan Bola Online Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://taruhanonlinebola.com/taruhan-bola-online-derby-ditalia-inter-vs-juventus/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.