Taruhan Bola Online Korupsi Di Sepak Bola Brazil

Ricardo Teixeira, president of Brazil's football confederationKorupsi Di Sepak Bola Brazil Taruhan Bola Online – Kalau melihat gaya Brazil sewaktu merebut Piala Dunia 2002 dan baru-baru ini Piala Konfederasi 2013, siapapun tidak akan ada yang menyangka apa yang sedang terjadi di dalam tubuh organisasi sepak bola Brazil sebelas tahun belakangan ini. Lihat saja gaya Edmilson melompat ke belakang bagai ketapel dan mengayunkan tendangan salto; si kuncung Ronaldo mencetak gol dengan sentilan jari kakinya kemudian yang baru-baru ini Neymar menari membawa bola seolah berdansa Samba, sungguh benar-benar seperti tidak mempunyai permasalahan. Tetapi ternyata di dalam federasi sepak bola Brazil yakni CBF (PSSI-nya Brazil) sedang terjadi krisis semangat nasional. Persepakbolaan Brazil belum pernah berada dalam situasi yang lebih menyedihkan dari sebelas tahun ini: Amat korup, terkadang mematahkan semangat fans dan investor sering keluar masuk akibat korupsi ini.

Hanya segelintir klub beroperasi dalam keadaan gelap. Tahun 2002, Klub Flamengo dari Rio de Janeiro-jelas klub paling populer seantero Brazil raya-bahkan harus berutang kepada kreditur lebih dari 100 juta dollar AS. Jumlah ini sungguh sukar dipercaya melihat perekonomian Brazil yang sedang mandek. Anda bisa melihat tanda-tanda ini dengan melihat beberapa video YouTube yang memperlihatkan beberapa demonstrasi menentang Piala Dunia 2014 di Brazil digelar sebelum kemiskinan dan korupsi secara sepenuhnya diatasi. Bahkan sebelum Piala Konfederasi 2013, kita bisa menyaksikan pertandingan di beberapa stadion paling ternama di Brazil dan membeli tiket dengan harga termahal, yang dikhawatirkan penonton adalah soal serpihan-serpihan kayu dan paku karatan yang menonjol dari bangku kayu lapuk ini dibandingkan soal pertandingan. Beruntung hal ini sudah direnovasi sebelum Piala Konfederasi dimulai.

Mengapa stadion-stadion tersebut sampai mengalami kondisi sangat mengenaskan tersebut? Taruhan Bola Online. Kita sudah pasti bisa langsung menebaknya, ya, korupsi. Para pemilik klub mengemplang banyak uang dari kreditur dan hanya sedikit kemudian yang turun kepada klub akibatnya ketika para pemilik klub berganti, klub yang harus menanggung semua utang tersebut. Pemilik klub yang mengemplang uang hasil utang dari kreditur tersebut kemudian pergi atau kabur keluar negeri biasanya ke Amerika Serikat dan menikmati uang haram itu.

Pembaruan dan penghapusan masalah korupsi ini bukannya tidak dilakukan. Para aktivis anti korupsi bekerja sama dengan pemerintah memburu para pemilik klub korup ini walau sampai ke luar negeri. Mereka diminta bertanggung jawab dengan mengembalikan uang yang telah mereka kemplang atau mereka harus masuk penjara selama sisa hidupnya bahkan kalau uang yang dikemplang teramat sangat banyak ancaman hukuman mati mengintai mereka yang enggan mengembalikan. Namun, memerangi korupsi memang selalu tidak pernah mudah di manapun itu dan siapapun itu  yang jelas jangan sampai kemudian karena kasus korupsi lalu bencana Piala Dunia untuk pertama kalinya terjadi, Piala Dunia harus pindah tempat dari Brazil Taruhan Bola Online.